PROFIL PESANTREN

PENDAHULUAN

Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil sebagai salah satu lembaga pendidikan islam merupakan sosok pesantren tertua yang boleh dibilang sebagai embrio lahirnya pondok-pondok pesantren yang lain, khususnya di kabupaten Bangkalan.

Lembaga pesantren yang terkenal sebagai sumber barokah ini telah banyak mencetak dan melahirkan para kyai dan tokoh-tokoh Ulama terkemuka yang tersohor di seantero Nusantara ini. Tidak sedikit pula pemimpin-pemimpin masyarakat baik pemimpin yang duduk dalam pemerintahan atau sosial kemasyarakatan, besar maupun kecil yang dilahirkan dari pesantren ini.

Format pendidikan dan pengajaran yang dikelola dan dikembangkan di pesantren ini sejak awal di fokuskan pada bidang keagamaan murni melalui pengajian kitab-kitab salaf yang di kenal dengan kitab kuning. Ilmu-ilmu keagamaan yang terdiri dari berbagai cabang diajarkan di pesantren ini.

Pada awalnya, metode pengajian yang diterapkan masih bersifat tradisional (salafiyah) yang biasa dikenal dengan metode sorogan, weton dan sistem mudzakarah sebagaimana diterapkan pada pesantren-pesantren salaf pada umumnya.

Orientasi pendidikannya lebih diarahkan pada penanaman nilai-nilai keimanan yang luhur, Pembentukan moral dan menjunjung tinggi nilai-nilai Spritual, Mendidik  sikap dan tingkah laku yang jujur dan bermoral serta menyiapkan para santri untuk hidup sederhana dan bersih hati.

Sistem dan proses belajar mengajar dilaksanakan dalam bentuk non formal, tidak berbentuk klasikal. Manajemen pesantren pada mulanya masih bersifat sederhana, struktur kepengurusan pesantren pun belum terbentuk, mengingat pada saat itu memang belum dibutuhkan undang – undang dan tata tertib pesantren.

Ketika dinamika zaman telah banyak mengalami perubahan jumlah santri semakin banyak dengan latar belakang yang berbeda-beda. Bersamaan pula dengan ide-ide baru tentang perkembangan sistem pendidikan di pondok pesantren, sekaligus mengantisipasi dan merespon berbagai kebutuhan dan kecendrungan masyarakat  terhadap pendidikan di era modernisasi, Hal tersebut menuntut pesantren untuk menyesuaikan diri, Maka berbagai kebijakan strategis dan pola-pola baru dalam manajemen pondok pesantren mulai diterapkan. Mulai dari sistem administrasi dan tata tertib di lingkungan pesantren  juga di tetapkan termasuk tentang hari libur santri baik yang bersifat madrasiyah maupun ma’hadiyah. Sektor kelembagaan juga  mulai ditata, sistem kepengurusan secara formal dibentuk dengan pembagian tugas, fungsi, wewenang dan sistem kerja  yang jelas.

Demikian juga berbagai program kerja yang sistematis mulai dirumuskan baik program jangka pendek, menengah dan program jangka panjang. Undang-undang dan tata tertib dilingkungan pesantren juga ditetapkan, termasuk peraturan tentang hari-hari libur baik Madrasah maupun hari-hari libur pesantren.

Sistem pendidikan dikembangkan dalam bentuk formal klasikal dengan metode yang lebih luas, tetapi sistem non klasikal salafiyah tetap bejalan sesuai dengan prinsip :

اَلْمُحَافَظَةُ عَلىَ الْقَدِيْمِ الصَّالِحْ وَاْلأَخْذُ باِلْجَدِيْدِ اْلأَصْلاَحْ

Bahkan sitem diniyah salafiyah yang berbentuk klasikal menjadi program prioritas. Disamping itu diajarkan pendidikan extrakurikuler, seperti kesenian islami, keorganisasian, ketrampilan dan lain-lain.

Pada perkembangan terakhir juga didirikan pendidikan sekolah tinggi, sehingga para santri dapat mengembangkan  wawasan keilmuan yang lebih luas. Baik dalam bidang ilmu keagamaan  maupun ilmu umum.

Pesantren Syaichona Moh Cholil selain berfungsi sebagai “ CENTRE EXELLENCE” yang menangani kader-kader ulama’  pemikir agama ( relegius intelektual ) juga berfungsi sebagai “ AGENT OF DEVELOPMENT” yang menangani pembinaan-pembinaan pemimpin masyarakat ( community leader ).

LINTAS SEJARAH

SYAICHONA MOH. CHOLIL BANGKALAN (MBAH CHOLIL)

Beliau dilahirkan di Desa Keramat sebelah barat kota Bangkalan Madura, pada 11 J. Akhir 1235 H./1820 M. ayah beliau bernama KH. Abd. Lathif, Syaichona Moh. Cholil Wafat pada 29 Ramadhan 1343 H. dalam usia 91 tahun.

PROFIL PONDOK PESANTREN

SYAICHONA MOH. CHOLIL DEMANGAN BARAT BANGKALAN

1 Nomor Statistik :  51.2.53.26.11.087
2 Nama Pondok Pesantren :  Syaichona Moh. Cholil
3 Alamat Pondok Pesantren  
a. Jalan :  Jl. KH. Moh. Kholil I/6 Bangkalan 69115
b. Kelurahan :  Demangan
c. Kecamatan :  Bangkalan
d. Kabupaten :  Bangkalan
e. Propinsi :  Jawa Timur
f.  Kode Pos :  69115
g. Telp. :  031-99303676
h. Fax :  031-3096296
i. Email pp_smch@yahoo.com / pp.syaichona@gmail.com
j. Website https://syaichonacholil.net
4 Tahun Berdiri :  1861 M.
5 Nama Pendiri :  KH. Moh. Cholil Bin Abd. Lathif
6 Nama Pengasuh :  RKH. Fachrillah Aschal
7 Visi, Misi dan Tujuan
  • Visi
Terciptanya santri yang berilmu, beriman dan bertaqwa berjuang dan beramal sholeh yang dilandasi nilai-nilai akhlaqul karimah
  • Misi
1. Membangun dan mengembangkan semangat untuk belajar.
2. Mengembangkan pola pikir yang kreatif, dinamis,
dan berwawasan luas.
3. mengembangkan pemahaman, dan pengamalan aqidah
dan ajaran Islam yang konvrehensif.
4. Membangun dan mengembangkan manajemen Partisipatif
5. Meningkatkan system dan metode pembelajaran.
  • Tujuan
1. Meningkatkan prestasi belajar dan kegiatan ekstrakurikuler.
2. Meningkatkan wawasan, pengetahuan dan pola pikir Kritis.
3. Meningkatkan metode dan manajemen partisipatif
4. Meningkatkan pengamalan ilmu dan akhlakul karimah.
8. Kondisi Riil Pondok Pesantren:
a.  Ruang Sekolah : 49
b.  Perkantoran Sekolah : 9
c.  Perkantoran Pesantren : 12
d.  Perpustakaan Sekolah : 1
e.  Perpustakaan Pesantren : 2
f.  Asrama Santri : 20
g.  Kamar Santri : 86
h. Poskestren : 1
i.  Auditorium : 1
j.  Asarama Guru : 8
k. Mushollah : 2
l.  Jedding Tamu : 8
m.Jedding Guru : 15
n. Jedding Santri : 62
o. WC Santri : 18
p. Dapur Induk : 2
q. Koppontren : 6
r.  Lab. Komputer : 1
s.  Lab. Bahasa : 1
9. Fasilitas Sarana prasarana
a. Luas tanah : 1,5 hektar
b. Status tanah : Hibah (SHM)
c. Luas bangunan : 1,1 hektar

10. Jumlah Santri 10 Tahun Terakhir

TAHUN PUTRA PUTRI JUMLAH
2006 997 1291 2288
2007 898 1366 2264
2008 851 1420 2271
2009 890 1472 2362
2010 963 1463 2426
2011 959 1425 2384
2012 957 1413 2370
2013 1196 1523 2719
2014 1492 1653 3145
2015 1558 1722 3280
2016 1294 1670 2964

JENJANG PENDIDIKAN

Pendidikan Non Formal

    1. Ma’hadiyah
      • Bansus Al-Qu’ran
      • Tahfidz Al- Qur’an
      • Tahfidz Al-Fiyah
      • Pengajian Kitab Kuning
      • Majelis Munadhoroh wal Maktabah (M3)
    2. Madrasiyah
      • Madrasah Diniyah I’dadiyah (1 Tahun)
      • Madrasah Diniyah Ibtida’iyah / Ula (3 Tahun)
      • Madrasah Diniyah Tsanawiyah / Wustha (3 Tahun)
      • Madrasah Diniyah Aliyah / Ulya (3 Tahun)

 Pendidikan Formal

      • MTs Al-Ma’arif (3 Tahun)
      • SMA Ma’arif (3 Tahun)
      • Wajar Dik-Das Tingkat Ula & Wustha
      • Kesetaraan Paket C
      • Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil (STAIS)

Pendidikan Extrakurikuler

      • Kursus Qiro’atul Qur’an Bittaghonni
      • Kursus Bahasa Asing (Arab & Inggris)
      • Leadership dan Manajemen
      • Kursus Khitobah (Jam’iyatul Muballighin)
      • Diklat (pendidikan dan latihan)
      • Kursus Kaligrafi
      • Jam’iyah Qoshoid Isadul Ahbab
      • Jam’iyah Hadrah Ishari Shilatil Akarimi
      • Jam’iyah al-Habsy Nasyid Islami

Lembaga

      • Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)
      • Pusat Kesehatan Pondok Pesantren (PUSKESTREN)
      • Lajnah Falakiyah
      • Lajnah Dirosiyah

SISTEM KEPENGURUSAN 

PONDOK PESANTREN SYAICHONA MOH. CHOLIL BANGKALAN

Kepengurusan Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Terdiri atas :

* Pengasuh dibantu Majelis Keluarga Pengasuh
* Pengurus Harian
* Pengurus Bagian
* Pengurus Bidang
* Ketua Bilik

 

* Pengasuh

Pemimpin tertinggi dalam pondok pesantren. pengasuh merupakan pembina, pengendali, pengawas dan penentu kebijakan pondok  Pesantren.

* Pengurus Pesantren

Suatu badan yang diangkat dan ditetapkan secara periodik oleh pengasuh yang berfungsi sebagai penanggung jawab semua kegiatan pondok pesantren.

* Pengurus Bagian

Suatu badan yang dibentuk oleh pengurus pesantren untuk merencanakan, merumuskan dan melaksanakan program kegiatan pondok pesantren sesuai bagiannya serta bertanggung jawab atas semua tugasnya kepada pengurus pesantren

* Pengurus Bidang

Suatu badan dibawah pengurus bagian yang bertugas membantu pengurus bagian dalam perencanaan dan pelaksanaan program pesantren yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu.

* Ketua Bilik

Pengurus yang membantu tugas-tugas kepala daerah.