KH. Marzuki Mustamar : “ Berislam Tidak Harus Melepas Jati Diri Bangsanya “

KH. Marzuki Mustamar : “ Berislam Tidak Harus Melepas Jati Diri Bangsanya “

Sabtu, (02/06) Forum Cangkruan dan Berfikir (Cangkir 9) Mengadakan Talk Show yang dilaksanakan di Musholla PWNU Jawa Timur dalam rangka memperingati hari lahir pancasila dengan tema  “Bumi Indonesia Dalam Bahaya Radikalisme Dan Terorisme.

Hal ini disampaikan oleh KH. Marzuki Mustamar  (Wakil Rais Syuriah) bahwa islam itu tidak harus menafikan bangsanya “ Berislam tidak harus melepas jati diri bangsanya “ ungkapnya

Lanjut beliau menambahkan ketika Indonesia Islam dan tetap memakai label islam itu terus dipermasalahkan, kesannya mau islam harus lepas Nusantara. Karena kondisi masing masing bangsa berbeda meskipun ajaran islamnya sama dan dasarnya sama

“Masing Masing daerah atau bangsanya berislam sesuai dengan keberadaannya dan kondisi masing masing” kata Wakil Rais PWNU Jatim ini. Beliau juga memaparkan bahwa  orang atau bangsa yang belum melaksanakan Syariat Islam sepenuhnya bukan karena inkar , tapi kondisi yang belum memungkinkan. “ Itu tidak dosa, jangan dikatakan ingkar syariat bisa jadi memang kondisi belum memungkinkan” Jelasnya.

Karenanya Bangsa Indonesia kalau sampai sekarang belum melaksanakan hukum rajam atau Qisos karena kondisi yang belum memungkinkan serta penyebaran agama di Indonesia belum merata, begitu juga kalau kita memaksakan sebuah bangsa untuk Islam, itu tidak akan terjadi kalau kondisi suatu bangsa tidak memungkinkan.

“ karena itu NU berfatwah bahwa Keutuhan NKRI harga mati,  selagi suatu wilayah masih bergabung dengan NKRI insya Allah Islam aman, dan begitu juga apabila suatu wilayah lepas dari NKRI , maka kita yang disini tidak bisa melindungi Muslim yang lepas dari NKRI ini” Terangnya

Di akhir penjelasannya Kiai marzuki mengajak kepada semua peserta Talk Show yang hadir untuk selalu mengenang sejarah negeri ini merdeka hasil perjuangan para pahlawan bangsa yang rata-rata para santri dan Ulama Ahlussunnah waljama’ah maka dari itu semua hasil perjuangan ini merupakan warisan para ulama’.

“Sesuatu wajib dibela karena warisannya Ulama, pesantren wajib saya bela karena warisannya ulama , Ahlussunnah Waljamaah wajib saya bela karena warisannya ulama, NKRI Wajib kita bela karena warisannya ulama” ungkap dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

Reporter : Shoim Karim

Tags: , , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan