Gubernur NTB : Dari Pesantren Muncul Bintang-Bintang Bangsa dan Ummat

Gubernur NTB : Dari Pesantren Muncul Bintang-Bintang Bangsa dan Ummat
SANTAI : Gubenur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi M.A Bersama RKH Fakhrillah Aschal.

SANTAI : Gubenur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi M.A Bersama RKH Fakhrillah Aschal.

syaichonacholil.net–  ”Dari pondok pesantren itulah keluar bintang bintang yang menerangkan nusantara ini” Demikian diungkapkan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Kh. TGH. Muhammad Zainul Majdi M.A dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. di acara Seresehan Bersama yang bertajuk Paham Kebangsaan Persfektif Al Quran. Hari Minggu (11/02) di Aula Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Demangan Barat Bangkalan.

Acara ini dihadiri para anggota PCNU Bangkalan, mahasiswa STAIS Bangkalan dan para santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil. Ketua umum PCNU Bangklalan, Kh. Makki Nasir  mengibaratkan  kedatangan TGH. Muhammad Zainul Majdi M.A seperti buah dari pohon yang besar ”ada sebuah pepatah mengatakan pohon yang sudah besar dan tinggi tentu cabangnya besar dan panjang, buahnya tidak akan turun pasti cabangnya yang turun karna cabangnya panjang, dengan itu kita tidak perlu mencari kemana-mana dan Alhamdulillah sekarang buahnya datang sendiri mari kita manfaatkan apa yang akan disampaikan”. Imbuh kh Makki dalam kata sambutannya.

Dalam kesempatan ini TGH. Muhammad Zainul Majdi M.A menyampaikan “hargailah diri kalian sendiri karna tidak mungki orang lain menghargai kita kalau kita tidak mempunyai penghargaan pada diri kita sendiri. Dan Kalau kita tidak mempunyai kebanggaan pada pondok pesantren, bagaimana kita dapat membuat orang lain hormat terhadap pesantren”. Harap TGH. Muhammad Zainul Majdi M.A.

Beliau berpesan pada para hadirin khususnya santri agar selalu mengutamakan tiga perkara pertama menghargai diri kita sendiri, karena santri adalah bintang bintang bangsa dan ummat. Kedua pakai waktu dengan baik, karena masa depan tergantung pada masa sekarang apa yang kita tanam saat ini. Ketiga beradab dan berakhlak, karena adab dan akhlak tempatnya sebelum mencari ilmu.

Sebelum acara berakhir Gubernur Nusa Tenggara Barat tersebut menjelaskan pelihal tentang politik bahwa politik dapat didekati dengan pendekatan sederhana, ketika politik diarahkan untuk saling menjatuhkan maka itu buruk tapi kalau politik dibuat untuk  menjadikan kebijakan kebijakan yang bermanfaat maka politik itu sesuatu yang mulia. Imbuhnya dipenghujung acara.

Reporter : Rasyid Harun

Redaktur : Shoim Karim

Tags: , , , , , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan