Meruginya Umat Islam Bila Tasyabbuh Di Tahun Baru Masehi

Meruginya Umat Islam Bila Tasyabbuh Di Tahun Baru Masehi

 

Festival perayaan tahun baru yang dilakuakan dengan kembang api

Indonesia merupakan Negara berpenduduk terbanyak No. 4 di Dunia dengan jumlah penduduk 255.461.700 juta dengan presentasi 3,43% yang Mayoritas penduduknya adalah muslim namun ironisnya mayoritas muslim Indonesia masih kurang mengerti tentang sosialisme keislaman yang diajarkan islam jadi sebagian mereka masih menerapkan sosial kebarat-baratan sehingga budaya dan kebiasaan kebarat-baratanpun ikut tertuang dalam kehidupan mereka bukan suatu kebetulan melainkan kekeliruan atau kurangnya pemahaman keagamaan yang diberikan kepada generasi muda muslim ketika membahas suatu budaya dan kebiasaan orang barat disini akan membahas budaya dan kebiasaan yang terdapat dipenghujung tahun atau pergantian tahun masehi. Negara-negara Eropa memiliki budaya-budaya tersendiri didalam merayakan tahun baru masehi seperti pesta hidangan makanan ada juga yang berupa pesta seks yang dilakukan diberbagai tempat semua itu hanya untuk memeriahkan pergantian tahun, di indonesia sendiri perayaan tersebut diwarnai dengan peniupan terompet,konvoi dijalan dan pesta ditempat-tempat yang disediakan ini pun sangant disayangkan mayoritas yang merayakan adalah orang islam itu sendiri.

Mari kembali kesejarah singkat awal mula dirayakannya 1 januari atau pergantian tahun masehi ini, 1 Januari ditetapkan sebagai awal tahun oleh orang-orang Romawi pada tahun 45 SM (sebelum masehi). Hari itu didekasikan oleh mereka untuk mengagungkan Janus, dewa pintu gerbang dan permulaan, dimana bulan pertama dalam kalender masehi (Januari) terambil darinya. Hal ini menunjukkan, bahwa perayaan tahun baru sebetulnya berasal dari tradisi kaum pagan (penyembah berhala). Pada waktu berikutnya, tanggal 1 Januari ditetapkan oleh orang-orang Kristen sebagai hari khitanan Yesus, hari kedelapan setelah kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Hal ini masih berlaku di beberapa Gereja, seperti Gereja Angkilan dan Lutheran.  Kemudian pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII juga menetapkan 1 Januari sebagai permulaan tahun, bertepatan dengan pesta kehitanan Yesus tersebut.

Bila ditinjau kembali isi dari sejarah perayaan tahun baru masehi hal ini telah menunjukkan bahwa perayaan tersebut mengacu pada bagaimana bentuk mengenang tuhan mereka atau bersuka cita terhadap tuhan mereka, islam sangat melarang umatnya didalam setiap perayaan yang bukan telah diperintahkan olehNya dan NabiNya, bila ini dibiarkan umat muslim yang sengaja melakukan perayaan tahun baru masehi yang notabanenya sama dengan orang non muslim maka akan terjadi keserupaan terhadap kaum non muslim itu sendiri seperti halnya yang disabdakan nabi muhammad saw “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani).

Hal ini telah terekam dijaman nabi muhammad dan beliau telah memproyeksikan 14 abad silam, “Sungguh kamu akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, hingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu pun akan mengikutinya.” Mereka bertanya, “Apakah Yahudi dan Nashrani?” beliau bersabda, “Siapa lagi?” (HR Muslim).

Tasyabbuh yang condongnya keharaman merupakan segala perbuatan yang menjadi kekhususan ajaran orang kafir dan diambil dari ajaran orang kafir, tidak diajarkan dalam ajaran Islam.

Terkadang tasyabbuh seperti ini dihukumi dosa besar, bahkan ada yang bisa sampai tingkatan kafir tergantung dari dalil yang membicarakan hal ini. Tasyabbuh yang dilakukan bisa jadi karena memang ingin mencocoki ajaran orang kafir, bisa jadi karena dorongan hawa nafsu, atau karena syubhat bahwa hal tersebut mendatangkan manfaat di dunia atau di akhirat.

Bagaimana kita dan umat islam yang disana dapat terhindar dari tasyabbuh tersebut mari kita menjelaskan kembali kepada mereka ancaman-ancaman yang dihadapi kaum muslim di seluruh dunia saat ini. Terutama yang datang dari orang-orang kafir, khususnya orang-orang Yahudi dan Nashrani. Hal ini seperti yang telah Allah peringatkan dalam al Qur`an “orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan ridha sampai kamu mengikuti agama mereka”. (QS. Al Baqarah: 120), juga Rasulullah peringatkan seperti dalam hadis diatas.

Dan mengajak kembali umat islam tentang janji-janji allah dan terus berpegang teguh sampai mereka memiliki iman kuat dan tidak mau melakukan suatu budaya atau pekerjaan yang menyerupai orang-orang non islam.

 

Redaktur : Syafi’i T/A

Tags: , , , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan