Kirab Pataka: Jangan Sampai Membiarkan Media Menyudutkan Santri

Syaichonacholil.net- Ribuan peserta Kirab Pataka yang terdiri dari semua santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil 19/10 Kamis yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil KH. Fahrillah Aschal.

Kirab pataka merupakan salah satu acara yang diadakan oleh PC NU Bangkalan yang berute start di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil menuju makam Syaichona KH. Moh. Cholil setiba di halaman Magbaroh (Makam) tepatnya di halaman Masjid Syaichona KH. Moh. Cholil semua peserta berkumpul dan menyaksikan penyerahan bendera Pusaka Merah Putih dan bendera NU, serah terima bendera oleh KH. Fahrillah Aschal kepada KH. Usman Anis.

Acara tersebut dihadiri KH. Makki Nasir selaku Ketua Tanfidziyah Bangkalan , Kiyai Sepuh KH. Usman Anis dan beberapa pengurus PC NU Bangkalan. Dalam Sambutan pertama menjelaskan bahwa diadakan acara Kirab Pataka ini untuk menambah semangat santri dan mengenang para pejuang Ulama NU terdahulu untuk Kemerdekaan Indonesia dan mewariskan NU agar menjadi sejahtera terhadap generasi yang akan datang dan ikut andil dalam segala hal “ pejuang Ulama NU merupakan pejuang Kemerdekaan Indonesia dan kesejahteraan kita maka dari itu diadakan acara ini untuk menambah semangat belajar bersama-sama.”Terang beliau

Hal ini juga diharapkan oleh KH. Moh. Nasih Aschal dalam wawancara oleh stasiun swasta beliau mengharapkan kepada semua santri untuk menjadi peran aktif dan ikut andil dalam setiap Kemerdekaan Indonesia dan mementahakan persepsi bahwa santri dimata masyarakat merupakan sebuah kelompok kecil atau kelompok tidak dianggap dan selain menekuni pendidikan didalam pesantren santri juga harus aktif dalam dunia luar untuk mengetahui permasalahan diluar.”Harapan pada acara ini adalah kepada seluruh santri selain menekuni pendidikan- pendikan pesantren, santri itu harus bisa melek dalam persoalan- persoalan yang terjadi dinegeri ini dan juga santri harus aktif dalam mengikuti informasi-informasi melalui media-media yang menjadi perhatian, hal ini media banyak memberitakan sesuatu hal yang menyudutkan suatu kelompok dan apabila seorang santri membiarkan hal ini maka negeri ini akan hilang oleh kepentingan-kepentingan diluar kemerdekaan.” Harapan beliau

 

Redaktur: Syafi’i Torikol Azis

Editor :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *