Hal-Hal Yang Disunnahkan Dalam Idul Fitri Dan Idul Adha

Ilustrasi: pelaksanaan shalat id/red.

Pada kesempatan kali ini SyaichonaCholil.net akan menjelaskan hal-hal yang dianjurkan pada saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, namun sebelum kita masuk pada pembahasan terlebih dahulu perlu kita pahami mengapa kita mesti mengetahui hal-hal yang dianjurkan ini? Tujuannya tiada lain agar kita bisa megamalkan ajaran islam secara kaffah disamping kebutuhan kita pada perkara sunnah, sebab seseorang yang tidak pernah menunaikan perkara sunnah diibaratkan orang yang pergi ke medan perang tanpa membawa senjata.

Itulah perumpamaan akan pentingnya perkara-perkara yang dianjurkan ini, maka langsung saja akan kami paparkan satu-persatu sesuai dengan apa yang terdapat dalam beberapa literatur diantaranya kitab Nihayah al-Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj dan lain-lain.

Pertama; Mandi, dianjurkan pada saat hari raya Idul Fitri Maupun Idul Adha untuk mandi sebab kita akan bertemu dengan orang banyak, sehingga dengan keadaan tubuh yang bersih kita merasa nyaman dalam beribadah. Sedangkan waktunya mandi ini bisa dilakukan mulai pertengahan malam hari raya namun tentunya yang lebih utama adalah dikerjakan sesaat sebelum berangkat menunaikan shalat id.

Berbeda dengan kesunnahan mandi pada hari jum’at yang dihususkan bagi orang ingin menunaikan shalat jum’at saja, kesunnahan mandi pada hari raya tidak dibatasi pada siapapun sebab tujuannya adalah berhias diri pada hari yang dimuliakan

Kedua; memakai minyak wangi paling baik yang dimilikinya dan Ketiga; berhias diri bagi siapapun tanpa terkecuali dengan memakai pakaian yang paling baik dimana warna yang sangat dianjurkan adalah pakaian berwarna putih kecuali dia memiliki pakaian warna lain yang lebih baik dari pakaian warna putih yang dimilikinya. dan seandainya ada seseorang yang hanya memiliki satu pakaian saja, maka disunnahkan baginya untuk mencuci pakaian tersebut sehingga bisa digunakan pada saat hari raya

Keempat; memotong kuku dan rambut serta bulu ketiak dan bulu yang lain agar penampilan kita semakin indah dipandang disamping menjaga dan merawat kebersihan anggota tubuh kita merupakan ibadah tersendiri.

Kelima; bersiwak atau bisa juga sikat gigi untuk menghilangkan bau tidak sedap dari mulut kita dan kesunnahan bersiwak ini sangat umum baik dihari raya ataupun bukan sampai-sampai Nabi bersabda yang artinya “seandainya tidak kwatir akan memberatkan kepada ummatku niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak dalam setiap menunaikan shalat” HR. Bukhori   

Keenam; sahalat id beserta khutbahnya, adapun tata cara menunaikan shalat id sudah kami paparkan pada materi sebelumnya, maka bagi pembaca yang budiman silahkan merujuk pada tulisan yang berjudul tata cara menunaikan shalat id

Ketujuh; bagi yang hendak menunaikan shalat id disunnahkan berangkat melalui jalan yang berbeda dengan jalan yang dilalui pada saat pulang. Serta disunnahkan pula jalan pada saat berangkat lebih jauh dari jalan pada saat pulang. Hal ini dimaksudkan untuk memperbanyak pahala dalam melaksanakan shalat id disamping agar kedua jalan yang dilalui sama-sama menyaksikan ibadah kita.

Kedelapan; husus bagi imam disunnahkan cepat-cepat menghadiri shalat Idul Adha apabila sudah masuk waktunya agar ibadah kurban segera bisa dilaksanakan, sebaliknya bagi imam disunnahkan memperlambat kehadiran dalam shalat Idul Fitri untuk memperpanjang waktu membagikan zakat fitrah.

Kesembilan; Tidak makan ataupun minum sebelum mengerjakan shalat Idul Adha sebab ada tuntunan dari Nabi akan hal itu, sebaliknya disunnahkan makan ataupun minum sebelum mengerjakan shalat Idul Fitri hal ini agar tampak perbedaan hari raya Idul Fitri dengan hari sebelumnya yakni bulan puasa.

Kesepuluh; bejalan kaki dengan tenang menuju tempat shalat, kecuali bagi orang yang tidak mampu berjalan kaki, maka diperbolehkan berkendara.

Baca pula: Teks Bilal Idul Fitri dan Idul Adha

Kesebelas; melakukan takbir dimulai dari terbenamnya matahari pada malam hari raya sampai selesainya pelaksanaan shalat id pada Idul Fitri dan sampai selesainya shalat ashar tanggal 13 Dzul Hijjah (akhir hari tasyriq) pada Idul Adha. Dan disunnahkan pula dalam Idul Adha melakukan takbir setiap selesai menunaikan shalat fardlu pada waktu yang telah ditentukan, yakni mulai malam hari raya sampai akhir hari tasyriq. Adapun kalimat takbir yang disunnahkan adalah sebagai berikut:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعَدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Selain dari kesunnahan-kesunnahan yang telah kami sebutkan dianjurkan pula memperbanyak ibadah pada malam hari raya dengan mengerjakan shalat serta ibadah yang lain seperti membaca al-Qur’an, bedzikir dan bemunajat kepada Allah SWT.

Kesunnahan memperbanyak ibadah pada malam hari raya bukan tanpa alasan hal ini berdasarkan hadits nabi yang artinya: “barang siapa menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha, maka hatinya tidak akan mati pada saat hati manusia telah mati” HR. Tobroni.

Demikian ulasan redaksi SyaichonaCholil.net tentang Hal-Hal Yang Dianjurkan Dalam Idul Fitri Dan Idul Adha semoga kita semua bisa mengamalkannya agar kehidupan kita semakin berkah. Amin.

Penulis: Zainal Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *