Tata Cara Shalat Idul Fitri Dan Idul Adha

Dokumentasi Shalat Id Ponpes Syaichona Cholil tahun 2016

Baiklah kali ini syaichonacholil.net akan menguraikan tata cara melaksanakan Shalat Idul Fitri maupun Idul Adha, maka hal-hal yang harus diketahui oleh pambaca bahwa ada kesunnahan-kesunnahan yang sebaiknya dikerjakan sebelum pelaksanaan shalat maupun pada saat shalat dilaksanakan dan setelah selesai melaksanakan shalat

Seorang muslim yang ingin melaksanakan shalat Idul Fitri maupun Idul Adha disunnahkan mandi terlebih dahulu dengan membahasi sekujur tubuh sebagaimana mandi janabah yang mana waktunya bisa dilaksanakan mulai tengah malam namun yang lebih utama dilakukan pada saat akan berangkat mengerjakan shalat

Kemudian disunnahkan memakai wangi-wangian hal ini dimaksudkan agar menambah kenyamanan pada saat bertemu orang-orang dengan menghilangkan bau yang tidak sedap dari tubuhnya kemudian memakai baju paling bagus yang dimiliki dengan ketentuan apabila dia memiliki baju warna putih, maka pakailah baju berwarna putih tersebut kecuali baju putihnya sudah lusuh, maka dianjurkan pakai baju yang yang paling bagus walaupun bukan warna putih

Hukum melaksanakan Shalat Idul Fitri maupun Idul Adha adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) dan bisa dilaksanakan secara berjema’ah maupun sendirian namun tentunya yang lebih utama dilaksanakan secara berjemaah.

Adapun waktu pelaksanaan shalat Idul Fitri maupun Idul Adha ialah ketika matahari terbit lebih diutamakan tingginya dari ufuk mencapai satu tombak sampai tergelincirnya matahari yang ditandai dengan masuknya waktu shalat dhuhur

Sedangkan tata cara pelaksanaannya sebagaimana yang terdapat dalam kitab Fahtul Qaribul Mujib karya Syekh Ibnu Qosim al-Ghozi sebuah kitab klasik yang banyak dipakai oleh para Ulama dan Pondok Pesantren se Nusantara

Pertama: niat yang dilakukan dalam hati dan dilafalkan dengan lisan yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ (الْفِطْرِ / الْآَضْحَى) (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya berniat melaksanakan shalat sunnah (Idul Fitri / Idul Adha) sebagai (imam / ma’mum) karena Allah Ta’ala”

Kedua; Takbiratul Ihrom sebagaimana shalat biasa dan setelah membaca doa’ iftitah disunnahkan takbir sebanyak tujuh kali dimana pada sela-sela takbir tersebut disunnahkan membaca tasbih

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Ketiga, membaca Surat al-Fatihah. Dan selanjutnya dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah. Berlanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

Keempat, dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan tasbih sebagaimana telah dijelaskan hingga salam.

jadi perlu diperhatikan disini bahwa hokum takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua adalah sunnah, sehingga tidak sampai membatalkan shalat id apabila ditinggalkan.

Kelima, setelah salam, para jamaah disunnahkan mendengarkan khutbah Kecuali bila shalat id ditunaikan tidak secara berjamaah.sebagaimana Hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah.

Demikianlah tata cara shalat Idul Fitri / Idul Adha semoga tulisan ini dapat membantu saudara seiman yang ingin menunaikannya.

Penulis : Zainal Arifin

2 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *